10 Sekte Paling Aneh dan Berbahaya di Dunia

Author:
Share

Sejarah keyakinan manusia tidak selalu tentang pencarian kedamaian. Terkadang, karisma seorang pemimpin yang manipulatif bertemu dengan kerapuhan pengikutnya, melahirkan gerakan-gerakan yang menentang logika.

Dari obsesi terhadap UFO hingga keyakinan bahwa kiamat bisa dihindari dengan bunuh diri massal, berikut adalah kisah sepuluh sekte paling aneh dan mematikan yang pernah ada.

  1. Peoples Temple (Kuil Rakyat)

Didirikan oleh Jim Jones, kelompok ini awalnya tampak sebagai gerakan sosial yang memperjuangkan kesetaraan ras dan keadilan di Amerika Serikat. Namun, Jones perlahan berubah menjadi paranoid dan memindahkan pengikutnya ke hutan terpencil di Guyana untuk membangun utopia bernama “Jonestown”.

Di sana, para pengikut dipaksa bekerja keras, dilarang pergi, dan dilatih untuk “malam putih” (latihan bunuh diri). Pada 18 November 1978, setelah seorang anggota kongres AS yang berkunjung dibunuh, Jones memerintahkan 900 pengikutnya meminum flavor-aid yang dicampur sianida. Peristiwa ini menjadi aksi bunuh diri massal terbesar dalam sejarah modern sebelum tragedi 9/11.

  1. Heaven’s Gate (Gerbang Surga)

Marshall Applewhite meyakinkan pengikutnya bahwa tubuh manusia hanyalah “wadah” sementara dan tujuan sejati mereka adalah mencapai tingkat eksistensi yang lebih tinggi di luar angkasa. Mereka percaya bahwa pesawat luar angkasa alien sedang bersembunyi di balik Komet Hale-Bopp yang melintas pada tahun 1997.

Untuk menumpang pesawat tersebut, mereka harus meninggalkan wadah fisik mereka. Pada bulan Maret 1997, polisi menemukan 39 mayat anggota sekte ini di sebuah rumah mewah di San Diego. Mereka semua mengenakan pakaian seragam hitam, sepatu Nike Decade yang sama, dan uang lima dolar di saku, setelah melakukan ritual bunuh diri yang tenang dan terencana.

  1. Aum Shinrikyo

Didirikan oleh Shoko Asahara di Jepang, sekte ini adalah campuran aneh dari ajaran Buddha, Hindu, dan nubuat kiamat Kristen, ditambah obsesi terhadap senjata pemusnah massal. Asahara, yang mengaku sebagai Kristus, mengajarkan bahwa kiamat nuklir akan segera terjadi dan hanya pengikutnya yang akan selamat.

Kelompok ini merekrut ilmuwan lulusan universitas top untuk mengembangkan senjata biologi dan kimia. Puncaknya terjadi pada tahun 1995 ketika mereka melepaskan gas saraf Sarin di kereta bawah tanah Tokyo, menewaskan 13 orang dan melukai ribuan lainnya. Ini adalah salah satu serangan teroris domestik paling mengerikan di Jepang.

  1. Order of the Solar Temple (Ordo Kuil Matahari)

Berbasis di Swiss dan Kanada, kelompok ini memiliki keyakinan elitis yang menggabungkan Ksatria Templar, okultisme, dan fiksi ilmiah. Pemimpinnya, Luc Jouret dan Joseph Di Mambro, mengajarkan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan perjalanan menuju bintang Sirius.

Mereka percaya bahwa mereka harus mati melalui api untuk bisa berpindah ke planet tersebut. Antara tahun 1994 hingga 1997, serangkaian bunuh diri massal dan pembunuhan terjadi di Swiss, Prancis, dan Kanada. Anggota sekte ditemukan tewas dalam formasi bintang, seringkali dengan mengenakan jubah upacara, di gedung-gedung yang kemudian dibakar.

  1. Children of God (The Family International)

Didirikan oleh David Berg pada akhir 1960-an, sekte ini awalnya menarik kaum hippie dengan pesan cinta Yesus. Namun, ajaran Berg segera menyimpang jauh. Ia memperkenalkan doktrin “Flirty Fishing,” di mana anggota wanita diperintahkan untuk menggunakan seks sebagai alat untuk merekrut anggota baru dan mendapatkan donasi.

Kelompok ini juga dituduh melegalkan pedofilia dan inses di dalam komunitas mereka dengan dalih “hukum cinta”. Meskipun kini telah mengubah nama dan praktik mereka, sejarah kelam pelecehan seksual terhadap anak-anak yang lahir di dalam sekte ini terus menghantui para penyintasnya.

  1. Movement for the Restoration of the

Ten Commandments of God
Di Uganda, sebuah kelompok pecahan Katolik yang dipimpin oleh Credonia Mwerinde dan Joseph Kibwetere meramalkan kiamat akan terjadi pada 31 Desember 1999. Ketika tanggal itu lewat tanpa kejadian apa pun, para pemimpin mengubah tanggal kiamat menjadi 17 Maret 2000. Pada hari itu, mereka mengadakan pesta besar di gereja mereka.

Tak lama kemudian, gereja tersebut meledak dan terbakar hebat dengan pintu dan jendela yang dipaku dari luar. Awalnya dikira bunuh diri massal, penyelidikan polisi kemudian menemukan ratusan mayat lain yang telah dibunuh sebelumnya di properti sekte tersebut, mengubah status kasus ini menjadi pembunuhan massal terencana terhadap lebih dari 700 anggota.

  1. Panawave Laboratory

Sekte asal Jepang ini mungkin adalah salah satu yang paling aneh secara visual. Kelompok ini adalah pecahan dari gerakan keagamaan Chino-Shoho, yang dipimpin oleh Yuko Chino. Mereka memiliki ketakutan ekstrem terhadap gelombang elektromagnetik yang mereka yakini sebagai senjata komunis untuk membunuh pemimpin mereka.

Anggotanya selalu berpakaian serba putih—dari masker, baju, hingga sepatu—dan menutupi mobil van serta markas mereka dengan kain putih, percaya bahwa warna putih dapat menangkis gelombang jahat tersebut. Mereka menjadi sorotan media saat melakukan konvoi aneh melintasi Jepang untuk mencari tempat yang “bebas gelombang”, sering kali memblokir jalan dan mengganggu ketertiban umum.

  1. Chen Tao (Jalan Kebenaran)

Didirikan oleh Hon-Ming Chen di Taiwan, kelompok ini pindah ke Garland, Texas, Amerika Serikat. Ajaran mereka adalah campuran aneh antara Buddhisme, Kekristenan, dan Ufologi. Chen mengajarkan bahwa alam semesta berusia 4,5 triliun tahun dan tata surya diciptakan oleh perang nuklir. Keanehan memuncak ketika Chen menubuatkan bahwa Tuhan akan turun ke bumi pada tanggal 31 Maret 1998, tepatnya di saluran televisi kabel Channel 18, dan kemudian akan muncul secara fisik di halaman rumah Chen.

Ketika nubuat itu gagal total, Chen menawarkan diri untuk dilempari batu atau disalib oleh anggotanya, namun mereka menolak. Kelompok ini akhirnya bubar perlahan setelah kegagalan tersebut.

  1. Raëlism (Gerakan Raëlian)

Didirikan oleh mantan jurnalis balap mobil Prancis, Claude Vorilhon (Raël), sekte ini percaya bahwa kehidupan di Bumi diciptakan secara ilmiah oleh spesies alien bernama Elohim. Mereka tidak percaya pada Tuhan, melainkan pada sains canggih.

Raëlian menjadi berita utama dunia dan memicu kontroversi etika pada tahun 2002 ketika perusahaan yang berafiliasi dengan mereka, Clonaid, mengklaim telah berhasil mengkloning manusia pertama, seorang bayi perempuan bernama Eve. Meski klaim ini tidak pernah dibuktikan secara ilmiah, obsesi mereka terhadap kloning (sebagai jalan menuju keabadian) dan keterbukaan seksual yang ekstrem membuat mereka terus diawasi oleh banyak negara.

  1. The Manson Family

Meski lebih menyerupai geng kriminal, “Keluarga” Charles Manson beroperasi layaknya sekte agama dengan Manson sebagai figur mesias. Manson memanipulasi pengikutnya—sebagian besar wanita muda—dengan campuran obat-obatan, seks, dan interpretasi gila dari lagu-lagu The Beatles.

Ia mengajarkan tentang “Helter Skelter,” sebuah perang ras apokaliptik yang ia yakini harus dipicu oleh pembunuhan-pembunuhan brutal. Puncaknya adalah pembunuhan sadis terhadap aktris Sharon Tate yang sedang hamil tua dan beberapa orang lainnya pada tahun 1969. Manson tidak pernah membunuh siapa pun dengan tangannya sendiri, namun kendali mentalnya yang total terhadap pengikutnya menjadikannya simbol kejahatan sekte yang paling ikonik. (TB)

   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!