Dalam tradisi Hindu di Bali, istilah melik memiliki makna yang sangat dalam. Kata ini mengacu pada seseorang yang lahir dengan tanda istimewa, baik dari segi waktu, kondisi fisik, maupun keadaan tertentu saat kelahirannya.
Masyarakat Bali meyakini bahwa seseorang yang lahir melik memiliki potensi spiritual tinggi, namun sekaligus rentan terhadap gangguan niskala (gaib) bila tidak mendapat upacara penyucian atau melukat secara benar.
Keyakinan tentang melik bukan sekadar takhayul, melainkan bagian dari sistem pengetahuan leluhur yang diwariskan turun-temurun. Ajaran ini bertujuan menjaga keseimbangan antara dunia sekala (nyata) dan niskala (tidak kasat mata), agar manusia hidup dalam harmoni dengan alam dan Sang Hyang Widhi.
Melik dipandang sebagai pawisik atau tanda khusus dari Tuhan. Dalam beberapa kasus, orang melik dipercaya memiliki kepekaan spiritual lebih tinggi, bisa merasakan keberadaan makhluk halus, atau mengalami mimpi-mimpi tertentu yang bersifat petunjuk. Namun, keistimewaan itu juga bisa menjadi beban bila tidak dijaga dengan kesadaran rohani yang baik.
Secara umum, melik terbagi menjadi tiga kategori utama, yaitu:
- Melik Kelahiran, yaitu melik yang ditentukan dari waktu dan cara lahir seseorang.
- Melik Ceciren, yaitu melik yang tampak dari ciri fisik atau tanda tubuh tertentu.
- Melik Adnyana, yakni melik yang berkaitan dengan kemampuan spiritual, seperti bisa merasakan energi halus.
Dari ketiganya, melik kelahiran adalah jenis yang paling dikenal dan paling sering dijadikan acuan masyarakat Bali.
20 Jenis Melik Berdasarkan Kelahiran
Berikut daftar dua puluh jenis melik yang disebut dalam lontar-lontar dan tradisi tutur masyarakat Bali, lengkap dengan makna dan penjelasannya:
- Wuku Wayang
Lahir pada wuku Wayang dianggap membawa daya spiritual kuat. Orang ini harus berhati-hati agar energinya tidak berbalik menjadi beban hidup. - Anak Tunggal (Tak Bersaudara)
Mereka yang lahir sendirian tanpa saudara kandung dipercaya memiliki tanggung jawab besar terhadap keluarga dan leluhur. - Tiba Sampir
Lahir dengan tali pusar melilit di leher. Dalam keyakinan Bali, ini pertanda seseorang memiliki pengaruh kuat di lingkungannya, tapi perlu upacara pembersihan agar tidak mudah sakit. - Tiba Angker
Bayi lahir tanpa tangis atau dengan posisi pusar melilit tubuh. Pertanda memiliki kekuatan niskala, namun rawan diganggu roh halus. - Jempina (Prematur)
Lahir belum cukup bulan. Diyakini sebagai anak dengan kepekaan tinggi terhadap energi sekitar dan perlu perawatan spiritual lebih. - Margana
Lahir di tengah perjalanan. Tanda bahwa orang ini akan banyak berpindah tempat dalam hidupnya. - Wahana
Lahir di tengah keramaian, seperti pasar atau upacara. Pertanda membawa karisma sosial yang besar. - Julungwangi
Lahir saat matahari terbit, dipercaya membawa cahaya rezeki dan keberuntungan bagi keluarga. - Julungsungsang
Lahir ketika matahari tepat di atas kepala. Sering disebut keras kepala namun berjiwa pemimpin. - Julung Sarab / Julung Macan / Julung Caplok
Lahir menjelang matahari terbenam. Cenderung memiliki jalan hidup penuh ujian, tapi berpotensi menjadi orang sukses bila bijak. - Walika
Lahir dengan kondisi tubuh kerdil. Dipandang sebagai anugerah unik dari Tuhan dan simbol keteguhan hati. - Wujil
Lahir dengan bentuk tubuh kecil atau tidak proporsional. Dalam kepercayaan Bali, mereka memiliki daya spiritual yang harus dijaga. - Kembar (Kelipatan Sehari)
Lahir kembar diyakini membawa keseimbangan dua kekuatan — sekala dan niskala. - Buncing / Dampit
Dua anak berbeda jenis kelamin lahir dalam satu hari. Pertanda hubungan spiritual kuat antara keduanya. - Tawang Gantungan
Kelahiran kembar dengan jarak waktu satu hari. Simbol rejeki bergantung pada keharmonisan keluarga. - Pancoran Apit Telaga
Tiga bersaudara dengan urutan perempuan–laki–perempuan. Melambangkan keseimbangan energi Dewi dan Dewa. - Telaga Apit Pancoran
Tiga bersaudara dengan urutan laki–perempuan–laki. Simbol kekuatan pelindung keluarga. - Sanan Empeg
Anak yang lahir diapit saudara yang telah meninggal dunia. Perlu upacara khusus agar tidak terbebani energi leluhur. - Pipilan
Lima bersaudara dengan empat perempuan dan satu laki-laki. Lahir untuk menjadi pelindung bagi para saudaranya. - Padangon
Lima bersaudara dengan empat laki-laki dan satu perempuan. Pertanda kehidupan sosial yang aktif dan jiwa pemimpin alami.
Upacara untuk Orang Melik
Dalam ajaran Hindu Bali, seseorang yang lahir melik disarankan mengikuti upacara melukat atau pebayuhan melik di pura-pura suci. Tujuannya untuk menetralkan energi lahir, memperkuat perlindungan diri, dan menyeimbangkan unsur sekala–niskala agar hidupnya harmonis.
Biasanya, pemangku atau sulinggih akan menentukan jenis melukat berdasarkan jenis melik yang dimiliki seseorang. Setelah itu, orang tersebut diharapkan menjaga pola hidup suci, menjaga ucapan, serta menghormati alam dan leluhur. (TB)
