PHDI Pusat Serukan Pemerintah dan DPR Kedepankan Empati, Tolak Kebijakan Tak Pro-Rakyat

Author:
Share

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat mengeluarkan himbauan resmi terkait dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara yang tengah berkembang di tanah air. Ketua PHDI Pusat, Wisnu Bawa Tenaya, menegaskan agar Pemerintah dan DPR selalu mengedepankan nurani, empati, serta kepekaan dalam merumuskan setiap kebijakan.

“Kami menyerukan kepada Pemerintah dan DPR agar mampu merasakan suasana kebatinan masyarakat. Kebijakan yang diambil harus sepenuhnya mengutamakan kepentingan rakyat, bukan segelintir kelompok,” ujar Wisnu Bawa Tenaya dalam imbauannya.

BACA JUGA  Nyeleneh! Anggota DPR RI Ahmad Sahroni Minta KPK Komunikasi dengan Ketua Partai Sebelum Lakukan OTT

Ia menekankan agar program dan kebijakan yang tidak pro-rakyat segera dievaluasi dan dibatalkan. PHDI bahkan meminta agar pejabat yang terbukti tidak memiliki empati terhadap kondisi masyarakat dapat diberhentikan dari jabatannya.

Selain itu, PHDI juga menyerukan agar aparat TNI dan Polri tidak menggunakan kekerasan dalam menghadapi masyarakat. Menurut Wisnu, TNI-Polri adalah institusi profesional yang seharusnya mengedepankan langkah persuasif.

BACA JUGA  Soal Wacana Perubahan Waktu Nyepi, PHDI Pusat Tegaskan Pegang Teguh Sastra dan Tradisi

“Kami berharap aparat mengedepankan pendekatan humanis, bukan kekerasan. Rakyatlah yang melahirkan dan membesarkan institusi ini,” tegasnya.

PHDI juga menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban dalam aksi-aksi yang terjadi belakangan ini. Pihaknya menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri serta mengedepankan sikap tanpa kekerasan (ahimsa).

Khusus kepada umat Hindu di Indonesia, PHDI mengajak agar terus memanjatkan doa kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa demi persatuan, kekuatan, dan kedamaian bangsa. (TB)

   
BACA JUGA  SAH! Sabha Pandita PHDI Pusat: Tawur Kesanga Wajib Saat Tilem, Nyepi Keesokan Harinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!