Bali kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. I Nyoman Ray Yusha, atau yang akrab disapa Jro Ray Yusha, anggota DPRD Provinsi Bali dari Fraksi Partai Gerindra. Ia meninggal dunia pada Sabtu, 4 Oktober 2025 di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah (RS Sanglah) Denpasar.
Kepergian politisi senior asal Buleleng ini meninggalkan duka mendalam bagi kolega di DPRD, masyarakat konstituen, dan seluruh pihak yang mengenalnya sebagai sosok bersahaja dan berdedikasi tinggi.
I Nyoman Ray Yusha lahir di Singaraja, 6 Oktober 1953. Ia berasal dari Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali
Di DPRD Bali ia duduk di Komisi III (Bidang Pembangunan, Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Lingkungan Hidup, Perhubungan, dan Energi). Ia juga Anggota Badan Kehormatan DPRD Bali dan Panitia Khusus (Pansus) TRAP (Tata Ruang, Aset, dan Perizinan)
Salah satu kiprah terakhirnya adalah keterlibatan aktif dalam Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali. Melalui forum tersebut, ia menyoroti berbagai pelanggaran tata ruang dan menegaskan perlunya pengawasan ketat terhadap izin pembangunan di kawasan lindung dan sempadan pantai.
Dalam rapat terakhir pada 29 September 2025, Ray Yusha masih hadir dan memberikan pandangan konstruktif untuk memperkuat penegakan tata ruang di Pulau Dewata. (TB)
