Pesona Pulau Dewata ternyata bersinar terang hingga ke Eropa Timur. Keberadaan Taman Budaya Bali Indah di kawasan Dolina Charlotty, Slupsk, Polandia, kini menjadi magnet wisata baru yang sukses menarik ribuan pengunjung setiap harinya.
Tak hanya menjadi ajang promosi budaya, destinasi ini juga membuka keran lapangan kerja bagi warga asli Bali.
Fakta menggembirakan ini terungkap dalam pertemuan antara Konsul Kehormatan Republik Indonesia di Gdansk, Miroslaw Wawrowski, dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, pada Rabu (24/12/2025).
Miroslaw Wawrowski melaporkan antusiasme warga Eropa terhadap budaya Bali sangat tinggi. Sejak diresmikan oleh Gubernur Koster pada Juni 2025 lalu, Taman Budaya Bali Indah tak pernah sepi pengunjung, terutama saat musim liburan.
“Saat hari libur dan musim panas, kunjungan bisa mencapai 1.000 hingga 1.500 orang per hari. Ini membuktikan betapa tingginya minat masyarakat kami terhadap keaslian seni dan budaya Bali,” ujar Miroslaw.
Taman budaya ini dirancang menyerupai atmosfer asli Bali, lengkap dengan restoran yang menyajikan kuliner khas serta Kopi Bali yang kini menjadi primadona di sana.
Kabar baik lainnya, pengelolaan taman budaya ini berkomitmen memberdayakan sumber daya manusia (SDM) langsung dari Bali. Miroslaw menegaskan rencananya untuk memboyong puluhan tenaga kerja profesional dan seniman untuk berkarier di Polandia.
“Kami akan merekrut sekitar 40 tenaga kerja asal Bali. Selain itu, kami juga membutuhkan 15 seniman tari dan tabuh (musik), serta belasan tukang ukir untuk memperkuat nuansa artistik di sana,” paparnya.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga otentisitas pengalaman budaya yang ditawarkan, sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat Bali.
Sebagai puncak dari promosi budaya tersebut, Miroslaw membocorkan rencana besar pada akhir Juli 2026. Pihaknya akan menggelar ‘Bali Festival’ yang dirangkai dengan upacara sakral Melaspas Padmasana di lokasi tersebut.
Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Wayan Koster menyampaikan apresiasi mendalam. Ia menilai inisiatif ini bukan sekadar bisnis, melainkan bentuk diplomasi budaya yang efektif.
Kehadiran taman ini menjadi “etalase” hidup yang memicu keinginan warga Eropa untuk berlibur langsung ke Pulau Dewata.
“Saya sangat mengapresiasi kecintaan Polandia terhadap budaya Bali. Fasilitas ini menjadi media promosi pariwisata yang luar biasa. Untuk acara Melaspas dan Festival tahun 2026 nanti, saya akan menugaskan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali untuk hadir langsung mewakili pemerintah,” pungkas Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng tersebut. (TB)
