10 Film Paling Terlarang dalam Sejarah Sinema

Author:
Share

Film memiliki kekuatan unik untuk memprovokasi emosi visual yang jauh lebih visceral daripada kata-kata. Karena kekuatannya ini, pemerintah, lembaga agama, dan sensor film di seluruh dunia sering kali turun tangan untuk memotong, menyensor, atau melarang total penayangan karya-karya tertentu.

Dari tuduhan pembunuhan sungguhan di lokasi syuting hingga ancaman perang antarnegara, berikut adalah kisah di balik sepuluh film paling terlarang di dunia.

  1. Cannibal Holocaust (1980)

Mungkin inilah film yang paling terkenal dengan kontroversi hukumnya dalam sejarah horor. Disutradarai oleh Ruggero Deodato, film Italia ini menggunakan teknik found footage (rekaman temuan) jauh sebelum “The Blair Witch Project” mempopulerkannya.

Film ini begitu realistis dalam menggambarkan pembantaian kru film di Amazon sehingga Deodato ditangkap dan didakwa dengan tuduhan pembunuhan sungguhan segera setelah pemutaran perdana. Pengadilan Italia menyita film tersebut, dan Deodato terpaksa harus menghadirkan para aktornya—yang telah dikontrak untuk menghilang selama setahun demi publisitas—ke ruang sidang untuk membuktikan bahwa mereka masih hidup.

Meskipun tuduhan pembunuhan gugur, film ini tetap dilarang di lebih dari 50 negara karena kekejaman nyata terhadap hewan yang dilakukan di depan kamera.

  1. Salò, or the 120 Days of Sodom (1975)

Mengadaptasi novel terlarang karya Marquis de Sade (yang juga ada dalam daftar buku terlarang), sutradara Pier Paolo Pasolini memindahkan latar cerita ke Republik Salo, sebuah negara boneka fasis di Italia era Perang Dunia II. Film ini bukan sekadar film horor, melainkan kritik politik yang sangat suram tentang penyalahgunaan kekuasaan mutlak.

Karena menampilkan adegan penyiksaan seksual, degradasi manusia, dan koprofagia (memakan kotoran) yang sangat grafis, film ini dilarang di banyak negara termasuk Inggris (hingga tahun 2000), Australia, dan Selandia Baru.

Tragisnya, Pasolini dibunuh secara brutal beberapa minggu sebelum film ini dirilis, menambah aura kelam dan kutukan yang menyelimuti karya terakhirnya ini.

  1. A Clockwork Orange (1971)

Karya Stanley Kubrick ini adalah kasus unik di mana sutradaranya sendiri yang meminta filmnya dilarang. Mengisahkan tentang Alex DeLarge, seorang remaja sosiopat yang gemar melakukan “ultra-violence” diiringi musik Beethoven, film ini dituduh memicu serangkaian kejahatan peniru (copycat crimes) di Inggris.

Media massa menyalahkan film ini atas pemerkosaan dan pembunuhan yang terjadi di dunia nyata. Karena menerima ancaman pembunuhan terhadap keluarganya dan merasa bertanggung jawab atas histeria publik, Kubrick meminta Warner Bros untuk menarik film tersebut dari peredaran di Inggris. Film ini tidak dapat ditonton secara legal di sana selama 27 tahun, baru dirilis kembali setelah kematian Kubrick pada tahun 1999.

  1. The Last Temptation of Christ (1988)

Disutradarai oleh Martin Scorsese, film ini memicu kemarahan global dari komunitas Kristen karena menggambarkan Yesus Kristus sebagai sosok yang memiliki keraguan manusiawi dan fantasi seksual dengan Maria Magdalena. Bukan hanya dilarang, film ini memicu serangan fisik.

Bioskop Saint Michel di Paris dibakar oleh kelompok fundamentalis Katolik saat memutar film ini, menyebabkan 13 orang terluka parah. Film ini dilarang selama bertahun-tahun di negara-negara seperti Turki, Meksiko, Chili, dan Argentina. Di beberapa negara, larangan tersebut baru dicabut dalam satu dekade terakhir, menjadikannya salah satu film dengan sensor agama paling ketat di era modern.

  1. Battleship Potemkin (1925)

Sebuah mahakarya sinema bisu karya Sergei Eisenstein ini membuktikan bahwa film dapat dianggap berbahaya murni karena kekuatan politiknya. Film ini mendramatisasi pemberontakan kru kapal perang Rusia melawan perwira Tsar pada tahun 1905.

Teknik penyuntingan Eisenstein yang revolusioner menciptakan ketegangan emosional yang begitu kuat sehingga banyak negara takut film ini akan memicu revolusi komunis di wilayah mereka. Jerman Nazi, Inggris, dan Prancis melarang film ini pada berbagai waktu karena khawatir akan propaganda Marxis yang terkandung di dalamnya. Bahkan Stalin sendiri sempat mengawasi peredaran film ini karena takut kekuatan hasutannya bisa berbalik melawan rezim Soviet.

  1. Freaks (1932)

Tod Browning, yang sukses menyutradarai “Dracula”, menghancurkan kariernya sendiri dengan film ini. “Freaks” menceritakan kehidupan para pemain sirkus dengan kelainan fisik, dan Browning menggunakan orang-orang dengan disabilitas nyata (kembar siam, manusia tanpa tungkai, mikrosefali) sebagai aktor, bukan efek khusus.

Niat Browning adalah memanusiakan mereka, namun penonton tahun 1930-an merasa jijik dan ketakutan. Penonton dilaporkan lari keluar bioskop dan satu wanita mengancam akan menuntut studio karena mengklaim film itu menyebabkan dia keguguran. MGM menarik film tersebut, memotongnya secara drastis, dan melarangnya di Inggris selama 30 tahun. Film ini dianggap sebagai “kesalahan alam” sebelum akhirnya diakui sebagai film kultus yang humanis puluhan tahun kemudian.

  1. The Texas Chain Saw Massacre (1974)

Judulnya saja sudah cukup membuat badan sensor di seluruh dunia waspada. Namun, yang menarik adalah film ini sebenarnya tidak menampilkan banyak darah (gore) secara eksplisit; ketakutan dibangun melalui atmosfer yang intens dan suara gergaji mesin yang meneror.

Meskipun demikian, intensitas psikologisnya dianggap terlalu berlebihan. Badan sensor Inggris (BBFC) melarangnya dengan alasan film tersebut memberikan “pengalaman teror bagi penonton” yang tidak pantas. Film ini dilarang di berbagai negara seperti Brasil, Chili, Finlandia, Islandia, Irlandia, Norwegia, Singapura, dan Swedia. Di beberapa tempat, film ini baru bisa ditonton secara legal tanpa potongan pada akhir tahun 90-an.

  1. The Interview (2014)

Ini adalah contoh pelarangan film paling modern yang melibatkan perang siber dan geopolitik. Film komedi satir ini menceritakan dua jurnalis Amerika yang direkrut CIA untuk membunuh pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Korea Utara menyebut film ini sebagai “tindakan perang”.

Sebelum dirilis, peretas yang terkait dengan Korea Utara membobol sistem Sony Pictures, membocorkan data rahasia perusahaan, dan mengancam akan melakukan serangan teroris bergaya 9/11 di bioskop yang menayangkan film tersebut. Akibat ancaman ini, jaringan bioskop besar di AS menolak memutarnya, dan Sony membatalkan rilis teater luas, memilih merilisnya secara digital. Ini adalah momen langka di mana ancaman asing berhasil menyensor distribusi film Hollywood secara global.

  1. Faces of Death (1978)

Sering disebut sebagai “film terlarang” yang paling banyak dibicarakan di halaman sekolah tahun 80-an dan 90-an. Film ini dipasarkan sebagai dokumenter yang menampilkan rekaman kematian nyata manusia dan hewan. Selama bertahun-tahun, film ini dilarang di lebih dari 40 negara karena dianggap sebagai film snuff (rekaman pembunuhan asli).

Namun, sejarah kemudian mengungkapkan bahwa sebagian besar adegan “kematian manusia” di dalamnya adalah palsu atau direkayasa dengan efek khusus yang cerdik, meskipun beberapa rekaman kecelakaan dan otopsi memang asli. Terlepas dari kepalsuannya, reputasi buruknya membuat film ini terus disita oleh bea cukai di seluruh dunia selama bertahun-tahun.

  1. Last Tango in Paris (1972)

Film drama erotis yang dibintangi Marlon Brando ini menjadi skandal besar bukan hanya karena konten seksualnya, tetapi juga karena etika di balik layarnya. Adegan pemerkosaan yang melibatkan penggunaan mentega sebagai pelumas menjadi pusat kontroversi.

Aktris Maria Schneider di kemudian hari mengungkapkan bahwa adegan itu tidak ada dalam naskah asli dan dipaksakan oleh sutradara Bernardo Bertolucci dan Brando tanpa persetujuannya agar reaksinya terlihat “nyata”. Di Italia, pengadilan menyita semua salinan film dan menjatuhkan hukuman penjara percobaan kepada Bertolucci serta mencabut hak sipilnya selama lima tahun. Film ini menjadi simbol perdebatan tentang batasan seni dan pelecehan dalam industri perfilman. (TB)

   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!