10 Letusan Gunung Berapi Paling Dahsyat Sepanjang Masa

Author:
Share

Gunung berapi adalah jendela menuju inti bumi yang bergejolak. Sepanjang sejarah geologis dan peradaban manusia, beberapa gunung tidak hanya sekadar meletus, tetapi “meledak” dengan kekuatan yang nyaris tak terbayangkan.

Letusan-letusan ini meruntuhkan kerajaan, menggelapkan matahari selama berbulan-bulan, hingga nyaris memusnahkan umat manusia. Berikut adalah kisah sepuluh letusan paling dahsyat dalam sejarah dunia.

  1. Gunung Toba Purba (74.000 Tahun Lalu)

Jauh sebelum peradaban manusia modern terbentuk, sebuah bencana kataklismik terjadi di Sumatera Utara. Supervulkan Toba meletus dengan kekuatan VEI 8 (Volcanic Explosivity Index tertinggi), memuntahkan sekitar 2.800 kilometer kubik material vulkanik. Ledakan ini begitu masif hingga diyakini memicu “Musim Dingin Vulkanik” selama enam hingga sepuluh tahun, di mana suhu bumi turun drastis.

Beberapa ilmuwan percaya letusan ini menyebabkan fenomena genetic bottleneck (penyempitan genetik) pada manusia purba, di mana populasi manusia di seluruh dunia menyusut hingga hanya tersisa beberapa ribu individu saja. Danau Toba yang indah hari ini adalah kawah raksasa yang tertinggal dari amukan purba tersebut.

  1. Kaldera Yellowstone (640.000 Tahun Lalu)

Di bawah keindahan Taman Nasional Yellowstone, Amerika Serikat, tertidur seekor “raksasa” yang pernah mengamuk hebat. Sekitar 640.000 tahun yang lalu, Supervulkan Yellowstone meletus (letusan Lava Creek), membentuk kaldera raksasa berukuran 55 x 72 kilometer. Debu vulkaniknya menyelimuti sebagian besar wilayah Amerika Utara, mematikan kehidupan tanaman dan mengubah lanskap benua tersebut selamanya.

Hingga hari ini, sistem magma di bawah Yellowstone masih aktif, menjadikannya salah satu supervulkan yang paling diawasi di dunia karena potensi letusannya di masa depan dapat mengancam peradaban modern.

  1. Gunung Tambora (1815)

Pada bulan April 1815, Gunung Tambora di Sumbawa, Indonesia, terbangun dari tidur panjangnya. Ledakannya terdengar hingga ke Sumatera yang berjarak 2.000 km, dan kekuatannya (VEI 7) menjadikannya letusan terbesar dalam catatan sejarah manusia modern.

Sekitar 71.000 hingga 90.000 orang tewas, sebagian besar akibat kelaparan dan penyakit pasca-letusan. Namun, dampaknya melintasi lautan. Abu tebal yang menghalangi matahari menyebabkan “Tahun Tanpa Musim Panas” (1816) di Eropa dan Amerika Utara. Tanaman gagal panen, salju turun di bulan Juli, dan kelaparan melanda belahan bumi utara, memicu kerusuhan pangan di berbagai negara.

  1. Gunung Krakatau (1883)

Mungkin inilah letusan paling terkenal di dunia karena terjadi di era telegraf, sehingga kabarnya menyebar cepat. Pada Agustus 1883, Krakatau di Selat Sunda meledak dengan kekuatan 13.000 kali bom atom Hiroshima. Suara letusannya adalah suara terkeras yang pernah terekam dalam sejarah, terdengar hingga ke Alice Springs, Australia, dan Pulau Rodrigues di Afrika (hampir 4.800 km jauhnya).

Letusan ini meruntuhkan dua pertiga pulau Krakatau dan memicu tsunami setinggi 40 meter yang menyapu bersih pesisir Banten dan Lampung, menewaskan lebih dari 36.000 jiwa. Langit dunia menjadi gelap dan senja berwarna merah darah terlihat di Eropa selama berbulan-bulan akibat debu vulkanik di atmosfer.

  1. Gunung Thera / Santorini (Sekitar 1610 SM)

Ribuan tahun yang lalu di Laut Aegea, sebuah letusan mahadahsyat (VEI 7) menghancurkan pulau Thera (kini Santorini). Ledakan ini diperkirakan memiliki energi ratusan kali bom atom. Bencana ini tidak hanya menghancurkan pemukiman Akrotiri yang maju, tetapi juga diyakini sebagai penyebab runtuhnya peradaban Minoan di Kreta akibat tsunami raksasa yang ditimbulkannya.

Banyak sejarawan dan geolog berspekulasi bahwa memori kolektif tentang kehancuran peradaban maju akibat bencana air dan api inilah yang menjadi inspirasi bagi legenda Atlantis yang ditulis oleh Plato.

  1. Gunung Novarupta (1912)

Abad ke-20 mencatat letusan terbesarnya bukan di wilayah padat penduduk, melainkan di semenanjung Alaska yang sunyi. Gunung Novarupta meletus selama 60 jam non-stop, memuntahkan lebih banyak magma daripada gabungan seluruh letusan gunung berapi di Alaska sepanjang sejarah. Suara ledakannya terdengar hingga Juneau, sekitar 1.200 km jauhnya.

Begitu banyaknya material yang dikeluarkan hingga lembah di sekitarnya tertimbun aliran piroklastik panas dan berubah menjadi apa yang sekarang dikenal sebagai Valley of Ten Thousand Smokes. Meskipun korban jiwa sedikit karena lokasi terpencil, dampaknya terhadap atmosfer global cukup signifikan.

  1. Gunung Taupo (Letusan Oruanui, 26.500 Tahun Lalu)

Selandia Baru menyimpan jejak letusan supervolcano termuda di dunia. Letusan Oruanui dari Gunung Taupo adalah letusan terbesar yang diketahui dalam 70.000 tahun terakhir (VEI 8). Sebagian besar Pulau Utara Selandia Baru tertimbun ignimbrit (batuan vulkanik) hingga kedalaman 200 meter.

Material abunya tersebar ke seluruh dunia. Letusan ini begitu kuat hingga meruntuhkan atap dapur magma, membentuk cekungan raksasa yang kini menjadi Danau Taupo. Jika letusan skala ini terjadi hari ini, hampir seluruh Selandia Baru akan hancur total.

  1. Gunung Pinatubo (1991)

Setelah tertidur selama 500 tahun, Gunung Pinatubo di Filipina meletus dalam letusan terbesar kedua di abad ke-20. Untungnya, evakuasi massal yang sukses menyelamatkan ribuan nyawa, namun dampaknya terhadap lingkungan sangat masif.

Pinatubo memuntahkan jutaan ton sulfur dioksida ke stratosfer, menciptakan kabut sulfat global yang memantulkan sinar matahari. Akibatnya, suhu rata-rata global turun sekitar 0,5°C selama setahun berikutnya. Lahar dingin yang turun saat badai topan Yunya (yang kebetulan lewat saat letusan) mengubur desa-desa dan pangkalan militer AS di dekatnya.

  1. Gunung Santa Maria (1902)

Di Guatemala, Gunung Santa Maria yang dianggap mati tiba-tiba meledak dalam salah satu letusan terbesar abad ke-20 (VEI 6). Karena tidak ada aktivitas vulkanik yang tercatat selama ribuan tahun, penduduk setempat tidak menyadari bahaya yang mengintai.

Ledakan ini menghancurkan satu sisi gunung, menciptakan kawah besar di mana sebelumnya berdiri puncak yang kokoh. Debu vulkaniknya terdeteksi hingga ke San Francisco, AS. Tragisnya, ribuan orang tewas, dan wabah penyakit menyusul karena burung-burung yang mati akibat abu vulkanik mengotori sumber air, memicu wabah nyamuk malaria.

  1. Gunung Huaynaputina (1600)

Ini adalah letusan terbesar dalam sejarah Amerika Selatan yang tercatat. Gunung di Peru ini meledak begitu hebat hingga menghancurkan desa-desa di sekitarnya dan menutup matahari. Namun, dampak paling mengerikan justru terjadi di belahan bumi lain.

Studi iklim menunjukkan bahwa sulfur dari Huaynaputina menyebabkan pendinginan global yang memicu kelaparan besar di Rusia pada tahun 1601-1603, yang menewaskan sepertiga populasi Moskow dan berkontribusi pada keruntuhan dinasti Boris Godunov. Ini adalah bukti nyata bagaimana “batuk” gunung di satu benua bisa menjadi bencana mematikan di benua lain. (TB)

   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!