Di sebuah toko sederhana di kawasan Kapten Japa, Denpasar, aktivitas warga datang silih berganti.
Ada yang membawa kartu ATM, ada yang menggenggam uang tunai hasil berdagang di pasar, ada pula yang sekadar membayar tagihan listrik dan air.
Di balik etalase air galon dan es kristal, I Nyoman Wisnaya Putra (44) melayani pelanggannya satu per satu dengan ramah.
Toko kecil bernama Toko Toya tersebut bukan sekadar warung biasa. Sejak tahun 2021, tempat ini telah bertransformasi menjadi salah satu simpul layanan keuangan masyarakat sebagai Agen BRILink.
Bagi Wisnaya, perjalanan ini lebih dari sekadar urusan bisnis; ini adalah kisah tentang kegigihan bertahan hidup di tengah hantaman pandemi COVID-19.
“Toko ini buka tahun 2020, tepat saat Covid masuk. Waktu itu saya sudah dipensiunkan dini, akhirnya saya putuskan buka toko. Orang tetap perlu air, pulsa, dan kebutuhan sehari-hari,” kenang pria kelahiran Singaraja tahun 1982 yang kini berdomisili di Sesetan tersebut.
Sebelum menjadi Toko Toya, lokasi tersebut dikenal warga sekitar sebagai kantor pos tempat membayar berbagai tagihan. Ketika kantor pos tak lagi beroperasi, Wisnaya jeli melihat peluang.
“Karena banyak permintaan bayar listrik, kami minta kerja sama dengan BRI. Tahun 2021 kami resmi jadi agen,” ujarnya.
Wisnaya mulai gencar melakukan promosi, bahkan hingga menyebar brosur.
Ia memberitahukan kepada warga bahwa Toko Toya kini melayani transfer uang, tarik tunai, pembayaran listrik, PDAM, cicilan pembiayaan (seperti Adira dan FIF), dompet digital, hingga pembayaran angsuran KUR.
Untuk menjaga kelancaran operasional, Wisnaya menyesuaikan layanan dengan ketersediaan saldonya. “Biasanya transaksi Rp1 juta sampai Rp5 juta kami layani langsung. Kalau di atas itu, harus janjian dulu,” tambahnya.
Kini, layanan keuangan membuat Toko Toya semakin ramai dan berdampak signifikan pada perekonomian keluarganya. Dalam sehari, Wisnaya mampu melayani puluhan transaksi. Angka ini kerap melonjak tajam saat mendekati tanggal jatuh tempo tagihan di akhir bulan.
“Sehari bisa 60 sampai 70 transaksi. Kalau tanggal bayar listrik, sekitar tanggal 20-an, itu customer meningkat. Bayar listrik, PDAM, dan BPJS sangat banyak,” ungkapnya.
Lokasi toko yang strategis di dekat pasar juga memberikan rasa aman bagi para pedagang. Alih-alih membawa pulang uang tunai dalam jumlah besar, banyak pedagang pasar yang langsung menyetorkan hasil jualannya melalui Toko Toya.
Wisnaya mengakui bahwa kesuksesannya ini tidak lepas dari dukungan penuh tim BRI. “Tim BRI men-support sekali. Setiap dua hari kami dikunjungi, diberi tahu jika ada informasi baru, dan dibimbing kalau ada yang belum dimengerti,” jelasnya. Ia juga aktif di grup komunikasi antar-agen untuk terus memperbarui informasi layanan digital.
Menanggapi hal tersebut, Pemimpin Cabang BRI Denpasar Gajah Mada, Janarka Dwi Atmaja, menegaskan bahwa BRI secara konsisten melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para Agen BRILink. Pendampingan ini mencakup sisi operasional, manajemen risiko, hingga penguatan aspek keamanan transaksi.
“Langkah ini dilakukan guna memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan secara aman, andal, dan sesuai dengan prinsip kehati-hatian perbankan serta tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance),” papar Janarka.
Menurutnya, Agen BRILink tidak hanya berperan sebagai perpanjangan layanan transaksi perbankan, tetapi juga menjadi mitra strategis BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan langsung di tengah masyarakat. (TB)
