Stigma bahwa ibu rumah tangga hanya berkutat pada urusan domestik perlahan mulai terkikis.
Melalui program pemberdayaan Miss Cimory, ribuan wanita di Indonesia kini memegang kendali penuh atas manajemen finansial keluarga, layaknya seorang Chief Financial Officer (CFO) di sebuah perusahaan.
Transformasi ini menjadi sorotan utama dalam gelaran Miss Cimory Awards 2026, sebuah ajang apresiasi tahunan yang digelar Kamis (22/1).
Direktur Cimory Group, Hendri Viarta, mengungkapkan bahwa program yang telah berjalan sejak 2013 ini menargetkan perubahan pola pikir, bukan sekadar profit penjualan.
“Miss Cimory bukan tentang jualan semata. Ini lahir dari keyakinan bahwa ibu rumah tangga adalah pengambil keputusan finansial yang potensial. Mereka adalah CFO dari teras rumah masing-masing,” tegas Hendri.
Rahasia di balik kesuksesan lebih dari 10.000 anggota Miss Cimory di 17 provinsi ini terletak pada pola pembinaan unik bernama Noon Ceremony.
Kegiatan ini rutin dilakukan setiap pukul 13.00, waktu strategis di mana para ibu biasanya telah menyelesaikan tugas rumah tangga pagi hari.
Di forum inilah, para ibu yang mungkin awalnya pemalu, ditempa menjadi sosok ‘Ibu Profesional’. Mereka mendapatkan pelatihan komunikasi, penguatan karakter, hingga literasi digital.
“Pemenang penghargaan kami adalah mereka yang konsisten hadir di Noon Ceremony dan berintegritas. Kami membangun karakter disiplin dan jujur, yang akhirnya berdampak pada kemampuan mereka mengelola keuangan,” tambah Hendri.
Hasilnya, banyak dari mereka kini memiliki penghasilan setara bahkan di atas UMR.
Pendapatan tersebut tidak habis untuk konsumsi, melainkan dialokasikan untuk investasi masa depan, mulai dari tabungan pendidikan, kesehatan, hingga modal usaha keluarga.
Dampak ekonomi dari program ini berimbas langsung pada kualitas hidup keluarga. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebuah pencapaian membanggakan: 29 anak dari para Miss Cimory berhasil menamatkan pendidikan tinggi dan meraih gelar Sarjana (S1).
Hal ini membuktikan bahwa stabilitas ekonomi keluarga berkorelasi lurus dengan akses pendidikan anak.
Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras tersebut, pada tahun ini Cimory meningkatkan kuota perjalanan ibadah Umrah menjadi 90 orang.
Dalam malam penganugerahan tersebut, total 461 penghargaan diberikan. Rinciannya mencakup 199 penerima kategori Growth Business, 211 kategori Growth People, serta 50 penghargaan spesialisasi produk (Meat Product dan Milk & Dairy), ditambah satu penghargaan puncak untuk Miss Cimory Terbaik 2026.
Menutup acara, Hendri kembali mengajak para ibu di Indonesia untuk tidak ragu mengambil peran strategis.
“Sistem kami tanpa modal dan tanpa jaminan, murni berbasis kepercayaan. Kami ingin setiap ibu berdaya, mandiri, dan visioner demi masa depan keluarga yang lebih sejahtera,” pungkasnya. (*)
