Denpasar Festival ke-18: Pesta Rakyat Berwawasan Lingkungan, Raup Transaksi Rp6,2 Miliar dalam 4 Hari

Author:
Share

Gelaran akbar tahunan Denpasar Festival (Denfest) ke-18 Tahun 2025 resmi berakhir dengan catatan gemilang. Mengusung tema “Mulat Sarira Hening Jiwa – Eling Rasa”, festival yang berlangsung selama empat hari (20–23 Desember) ini sukses menjadi magnet ekonomi dan pariwisata, membukukan total transaksi fantastis senilai lebih dari Rp6,25 miliar.

Pemerintah Kota Denpasar melaporkan, perputaran uang tepatnya mencapai Rp6.253.206.377. Angka impresif ini dikumpulkan dari enam kategori tenant yang memeriahkan acara, mulai dari kuliner dan kopi, food truck, fashion, kriya, agro, hingga stan HIPMI, WMD, dan tenant disabilitas.

BACA JUGA  Mancing Berujung Petaka: Pria 37 Tahun Hanyut Terseret Arus Tukad Badung Denpasar, Tim SAR Sisir 4 KM

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat tahun ini melonjak signifikan.

“Kami bersyukur cuaca sangat mendukung sehingga antusiasme masyarakat luar biasa. Tercatat lebih dari 75.000 pengunjung memadati Denfest selama empat hari. Angka ini naik dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 62.000 pengunjung,” ujar Riyastiti.

Namun, kesuksesan Denfest ke-18 bukan hanya soal angka ekonomi. Festival ini mencatat sejarah baru dalam manajemen lingkungan melalui inovasi “Waste Department”. Mengusung semangat Zero Waste, panitia menyediakan 12 waste station (stasiun sampah) terpadu.

BACA JUGA  Mancing Berujung Petaka: Pria 37 Tahun Hanyut Terseret Arus Tukad Badung Denpasar, Tim SAR Sisir 4 KM

Bekerja sama dengan 18 komunitas lingkungan serta relawan dari kalangan pelajar dan mahasiswa, unit ini berhasil mengelola total 10,694 ton sampah.

Sampah-sampah tersebut dipilah secara ketat menjadi kategori organik, daur ulang, dan residu langsung di lokasi acara.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen yang terlibat, mulai dari TNI/Polri, petugas kebersihan, seniman, hingga pelaku UMKM.

Secara khusus, Jaya Negara menyoroti keberhasilan manajemen sampah yang dinilai sebagai terobosan vital.
“Ini menjadi titik awal perubahan dalam mengawal produksi sampah selama gelaran Denfest agar pengelolaannya terstruktur dan selesai di hulu,” tegas Jaya Negara, Minggu (27/12).

BACA JUGA  Mancing Berujung Petaka: Pria 37 Tahun Hanyut Terseret Arus Tukad Badung Denpasar, Tim SAR Sisir 4 KM

Ia menambahkan bahwa meski acara berjalan lancar dan sukses berkat semangat gotong royong (Vasudhaiva Kutumbhakam), evaluasi tetap akan dilakukan demi penyempurnaan di masa depan.

“Semoga Denfest terus menjadi wahana promosi strategis yang membuat UMKM dan perajin Kota Denpasar semakin berdaya saing,” tutupnya. (TB)

   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!