Emirates, maskapai penerbangan pertama di dunia dengan sertifikasi Autism Certified Airline, resmi memperluas inisiatif unggulannya ke Indonesia melalui program Travel Rehearsal di Denpasar.
Langkah ini memperkuat komitmen maskapai dalam mendukung perjalanan udara yang lebih inklusif dan ramah bagi individu dengan spektrum autisme.
Program ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman simulasi perjalanan yang nyata, membantu anak-anak neurodiverse beradaptasi dengan lingkungan bandara yang seringkali penuh dengan stimulasi sensorik yang menantang.
Pada 18 Februari lalu, sebanyak 17 peserta—termasuk delapan anak dengan autisme didampingi guru dan orang tua—mengikuti simulasi terpandu di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS).
Para peserta menjalani alur perjalanan udara secara lengkap, meliputi:
- Proses Keberangkatan: Mulai dari drop zone, check-in, hingga pemeriksaan keamanan dan imigrasi.
- Pengalaman Kabin: Proses boarding dan merasakan suasana di dalam pesawat (inflight).
- Proses Kedatangan: Turun dari pesawat, pengambilan bagasi, hingga pemeriksaan bea cukai.
Dengan “latihan” ini, anak-anak diharapkan dapat membangun rasa percaya diri dan mengurangi kecemasan sebelum melakukan perjalanan udara yang sesungguhnya di masa depan.
Majid Al Falasi, Country Manager Emirates Indonesia, menyatakan bahwa kehadiran program ini di Bali merupakan tonggak penting. “Melalui Emirates Autism Centre, kami bersyukur dapat menghadirkan program ini ke Denpasar. Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk memberikan akses perjalanan yang setara bagi semua orang,” ujarnya.
Kesuksesan program ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, di antaranya:
- PT Angkasa Pura Indonesia & PT JAS Airport Services.
- Otoritas Bandara Wilayah IV, Imigrasi, Karantina, dan Bea Cukai.
- Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 2 Denpasar.
Emirates tidak hanya fokus pada fasilitas fisik. Hingga saat ini, lebih dari 30.000 awak kabin dan staf darat telah menerima pelatihan khusus mengenai sensitivitas sensorik dan dukungan bagi penyandang autisme.
Selain itu, sistem hiburan ice milik Emirates kini menyediakan konten edukatif untuk meningkatkan kesadaran global mengenai neurodiversitas.
Sejak diluncurkan di Dubai pada 2024, program Travel Rehearsal telah menjangkau kota-kota besar dunia seperti Madrid, Toronto, Brisbane, dan Manila, menjadikan Denpasar sebagai bagian dari jaringan global yang mendukung perjalanan udara yang lebih empati. (TB)
