Biodata dan Profil Gustika Fardani Jusuf, Cucu Bung Hatta yang Lantang Kritik Prabowo Gibran

Author:
Share

Gustika Fardani Jusuf lahir pada 19 Januari 1994. Ia adalah cucu Proklamator sekaligus Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta. Ibunya, Halida Nuriah Hatta, merupakan anak bungsu dari tiga putri Hatta dengan Rachmi Hatta.

Sejak kecil, Gustika dibesarkan dalam suasana keluarga yang sarat nilai perjuangan bangsa, intelektualitas, serta tradisi demokrasi. Lingkungan ini membentuk kepribadiannya yang akrab dengan isu politik, hak asasi manusia, hingga diplomasi global.

Perjalanan akademis Gustika berfokus pada studi internasional, keamanan, dan hukum humaniter. Ia sempat menimba ilmu di Institut d’Etudes Politiques de Lyon (Prancis), kemudian melanjutkan kuliah di King’s College London (2015–2018) dan meraih gelar BA (Hons) War Studies.

Selain itu, Gustika juga mengikuti kursus singkat di Universitas Oxford serta Sotheby’s Institute of Art. Saat ini, ia tengah menempuh program Master of Advanced Studies di Geneva Academy of International Humanitarian Law and Human Rights, dengan spesialisasi hukum konflik bersenjata.

Keterlibatan Gustika dalam forum internasional dimulai sejak remaja. Pada 2012, ia menjadi delegasi muda dalam United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Doha, Qatar. Tahun berikutnya, ia magang di Delegation of Indonesia pada UNESCO Youth Forum.

Ia juga pernah bergabung dalam forum pemuda PBB mengenai isu perempuan dan bekerja di misi Indonesia untuk PBB. Aktivitas ini menunjukkan konsistensinya memperjuangkan hak asasi manusia, diplomasi multilateral, dan keamanan internasional.

Dalam perjalanan kariernya, Gustika tercatat aktif di sejumlah organisasi dan lembaga internasional. Ia pernah menjadi anggota Youth Advisory Panel UNFPA Indonesia, podcaster di Box2Box Media Network, hingga peneliti di Imparsial (2020–2022).

Di Imparsial, fokus risetnya mencakup reformasi sektor keamanan, isu Papua, serta kekerasan politik. Gustika juga pernah menjabat sebagai National Youth Consultant untuk Plan International Indonesia dalam program JobStart Indonesia yang didukung oleh Asian Development Bank (ADB).

Selain pengalaman profesional, Gustika juga meraih berbagai prestasi:

2018: Terpilih sebagai ASEAN Youth Fellow

2022: Penerima beasiswa penuh Nuffic Orange Knowledge Programme di The Hague Academy for Local Governance, Belanda

Ia juga rutin menulis opini di media nasional dan internasional, termasuk The Jakarta Post, dengan topik seputar keamanan global dan HAM.

Berbeda dari sebagian akademisi muda lainnya, Gustika dikenal berani menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Ia kerap menyoroti masalah luka HAM, pelemahan demokrasi, dan kepemimpinan nasional.

Dalam sebuah unggahan di Instagram pada 17 Agustus 2025, Gustika menulis: “Di hari kemerdekaan tahun ini, rasa syukurku bercampur dengan keprihatinan atas luka HAM yang belum tertutup. Bahkan, kini kita dipimpin oleh seorang Presiden penculik dan penjahat HAM, dengan Wakil anak haram konstitusi.”

Ungkapan tersebut menunjukkan sikap kritisnya yang konsisten, sekaligus menegaskan posisinya sebagai intelektual muda yang tak segan bersuara meski menimbulkan kontroversi. (TB)

   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!