Bagi masyarakat Hindu di Bali, menentukan hari pernikahan atau Dewasa Ayu bukan sekadar tradisi, melainkan ikhtiar spiritual untuk menyelaraskan energi manusia dengan alam semesta. Memilih hari yang tepat dipercaya mampu memberikan vibrasi positif bagi kelanggengan dan kebahagiaan rumah tangga di masa depan.
Jika Anda berencana mengikat janji suci pada awal tahun depan, bulan Januari 2026 menawarkan beberapa momentum istimewa. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai hari yang patut dipilih dan yang harus dihindari.
Hari Bainya: Rabu, 21 Januari 2026 (Kamajaya)
Berdasarkan perhitungan Wariga, tanggal 21 Januari 2026 muncul sebagai salah satu hari paling unggul untuk melangsungkan upacara pernikahan. Hari ini bertepatan dengan Buda Ireng yang membawa unsur Kamajaya.
Dalam mitologi Hindu, Kamajaya adalah Dewa Cinta yang melambangkan kesetiaan dan kasih sayang yang tak terpisahkan dari pasangannya, Dewi Ratih. Menggunakan hari ini untuk pernikahan diyakini akan memberkati pasangan dengan kemesraan dan keharmonisan yang abadi. Selain untuk pernikahan, energi hari ini juga sangat baik untuk memulai pembangunan, menciptakan sesuatu yang membutuhkan ketelitian, hingga mulai mempelajari keterampilan baru.
Memahami Unsur Hari Baik (Dewasa Ayu)
Selain tanggal 21, bulan Januari 2026 secara umum didominasi oleh beberapa elemen hari baik lainnya yang bisa dijadikan pertimbangan setelah berkonsultasi dengan Sulinggih:
Aspek Kebahagiaan: Purnasuka dan Derman Bagia (mendatangkan kegembiraan dan nasib baik).
Aspek Keberlanjutan: Ayu Nulus (kebaikan yang terus menerus) dan Buda Suka.
Aspek Keberlimpahan: Amerta Bumi, Dasa Amerta, dan Panca Amerta (simbol rezeki dan sumber kehidupan yang tak putus).
Daftar Hari yang Wajib Dihindari (Dewasa Ala)
Dalam menentukan tanggal, sangat krusial untuk menghindari hari-hari yang memiliki energi “panas” atau “pemutus” (Kala). Berdasarkan data Wariga Januari 2026, hindarilah hari-hari yang bersinggungan dengan:
Energi Perpisahan: Kala Pegat, Kala Pati, Kala Mretyu, dan Pati Paten. Hari-hari ini memiliki vibrasi yang bertolak belakang dengan hakikat penyatuan pernikahan.
Hambatan Logistik & Spiritual: Carik Walangati, Dina Carik, Uncal Balung, dan Kala Suwung (hari yang dianggap kosong atau berat).
Risiko Pernikahan Berulang: Hindari hari Rangda Tiga yang menurut kepercayaan lokal dapat berdampak pada keretakan hubungan di kemudian hari.
Unsur Amarah: Seperti Geni Agung, Kala Temah, dan Kala Bregala yang cenderung membawa energi emosional yang tinggi.
Kesimpulan
Memilih hari baik seperti pada 21 Januari 2026 adalah langkah awal yang indah dalam memulai lembaran hidup baru. Dengan mengikuti tuntunan Kamajaya, diharapkan cinta pasangan suami-istri akan sekuat kasih sang Dewa Cinta.
Namun, perlu diingat bahwa panduan ini adalah informasi umum. Sangat disarankan bagi setiap pasangan untuk tetap menghadap Sulinggih atau Pinandita setempat untuk mencocokkan hari tersebut dengan neptu atau hari lahir masing-masing mempelai agar hasil yang didapat benar-benar akurat secara personal. (TB)
