Kedux Garage dan Banjar Tainsiat Rilis Konsep Ogoh-Ogoh Tahun Caka 1948: “G.A.J.A.H”, Seruan Keras Jaga Alam

Author:
Share

Menyongsong perayaan Tahun Baru Caka 1948, Banjar Tainsiat kembali menarik perhatian publik dengan merilis konsep ogoh-ogoh terbarunya.

Melalui unggahan di akun Instagram resmi sang arsitek, @keduxgarage, karya tahun ini mengusung tema lingkungan yang kuat dengan tajuk “G.A.J.A.H”.

Berbeda dengan narasi mitologi klasik semata, konsep ogoh-ogoh garapan Kedux Garage bersama Sekaa Teruna Yowana Smara (STYS) Banjar Tainsiat ini membawa pesan kritik sosial dan ekologi yang mendalam.

“G.A.J.A.H” sendiri merupakan sebuah akronim dari pesan peringatan: Ganggu Alam Jadi Ancaman Hidup.

BACA JUGA  Sosok Kedux Garage, Seniman Ogoh-ogoh Banjar Tainsiat Denpasar yang Karyanya Selalu Ditunggu, Lengkap Karirnya

Dalam narasi yang dilansir, karya ini digambarkan lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi bumi yang kian rapuh. Pembangunan megah dan eksploitasi hutan disebut sebagai “monumen keserakahan” yang merampas hak makhluk hidup.

“Kehidupan yang kita bangun di atas puing-puing hutan hanyalah fatamorgana,” tulis keterangan tersebut, menggambarkan bagaimana hutan hijau kini telah luruh menjadi “kelabu yang kaku” akibat himpitan gedung-gedung beton.

Secara visual dan filosofis, ogoh-ogoh ini diproyeksikan sebagai manifestasi dari “Sang Penjaga Agung”.

BACA JUGA  STYSB Banjar Tainsiat dan Kedux Garage Sampaikan Permohonan Maaf atas Karya Ogoh-Ogoh Tahun 2025

Sosok ini digambarkan bukan sebagai penghancur, melainkan entitas yang hadir untuk merajut kembali luka tanah yang gersang.

Di balik kabut rimba yang menipis, langkah kaki sang penjaga dimaknai sebagai rahim kecil yang menampung air mata hujan untuk menghidupi semesta.

Kehadirannya menjadi simbol pengingat bahwa kekuatan sejati bukan untuk menaklukkan, melainkan untuk melindungi setiap kehidupan yang berdenyut di Ibu Pertiwi.

Karya ini didedikasikan sebagai bentuk kepedulian terhadap satwa hutan yang kini terdesak dan terpaksa hidup di antara reruntuhan peradaban manusia.
Ajakan Pelestarian

BACA JUGA  STYSB Banjar Tainsiat dan Kedux Garage Sampaikan Permohonan Maaf atas Karya Ogoh-Ogoh Tahun 2025

Melalui karya “G.A.J.A.H”, Banjar Tainsiat dan Kedux Garage mengajak masyarakat luas untuk tidak hanya melestarikan tradisi seni ogoh-ogoh, tetapi juga tidak luput menjaga alam.

Karya ini diharapkan menjadi pengingat keras bagi peradaban modern melalui pesannya yang menggema: ketika manusia mengganggu alam, hal itu akan berbalik menjadi ancaman bagi kehidupan itu sendiri. (TB)

   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!