Warga Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, digemparkan dengan penemuan lima jenazah satu keluarga yang terkubur di rumah mereka, Senin (1/9/2025) malam. Para korban diketahui bernama H. Sahroni (75), Budi (45), Euis (40), serta dua anak mereka, Ratu (6) dan Bela (3).
Tragedi ini sontak mengejutkan masyarakat karena korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, terkubur di satu lubang di bagian belakang rumah yang berada di Jalan Siliwangi No. 52, RT 02 RW 03, Kelurahan Paoman.
Kasus ini bermula ketika keluarga korban merasa curiga lantaran selama beberapa hari tidak ada kabar dari Sahroni sekeluarga. Rumah tampak sepi, terkunci rapat, dan dari dalam tercium bau busuk yang kian menyengat.
Kecurigaan semakin kuat hingga akhirnya warga bersama keluarga mendobrak masuk. Setelah memeriksa bagian belakang rumah, mereka menemukan gundukan tanah mencurigakan. Saat digali, polisi mendapati jasad H. Sahroni. Penelusuran lebih lanjut menemukan empat jenazah lain terkubur dalam lubang yang sama.
“Awalnya keluarga curiga karena tidak bisa menghubungi mereka. Saat rumah diperiksa, memang bau busuk sudah sangat menyengat,” kata seorang warga setempat.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Satreskrim Polres Indramayu menunjukkan adanya indikasi kuat kasus ini merupakan pembunuhan berencana. Kondisi jenazah yang sudah membusuk diperkirakan korban meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.
Polisi telah mengamankan barang bukti berupa pakaian, ponsel, serta rekaman CCTV sekitar lokasi. Semua jenazah sudah dibawa untuk dilakukan autopsi di RS Bhayangkara.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Indramayu. Sahroni dikenal sebagai sosok pensiunan bank yang hidup bersama anak dan cucunya. Warga setempat masih tidak percaya keluarga yang dikenal ramah itu menjadi korban peristiwa mengenaskan.
Kasus ini pun langsung menjadi perhatian publik. Aparat keamanan menegaskan akan mengusut tuntas agar keluarga korban mendapat keadilan.
Hingga kini, polisi belum mengumumkan siapa pelaku maupun motif di balik pembunuhan satu keluarga ini. Namun penyelidikan terus dilakukan secara intensif dengan melibatkan tim forensik dan saksi-saksi sekitar lokasi. (TB)
