Tanah yang Baik dan Buruk untuk Membangun Rumah Menurut Lontar Bhama Kertih

Author:
Share
Sumber: pixabay.com

Untuk
membangun sebuah rumah, dalam kepercayaan masyarakat Bali perlu
mempertimbangkan lokasi tanah serta kondisinya yang akan digunakan untuk
membangun. Hal tersebut termuat salah satunya dalam lontar Bhama Kertih.

Dalam
lontar tersebut dijelaskan ada beberapa lokasi maupun kondisi tanah yang tak
baik digunakan sebagai lokasi membangun rumah. Penentuan ini dilakukan agar
kelak yang menempati rumah tersebut tidak terkena penyakit.

Adapun
kutipannya yakni:

Iti asta kosali pengalihan karang angge karang paumahan
apang tan kena gering eling akena pidartania
.”

Artinya:

Inilah
asta kosali pengalihan karang untuk pekarangan rumah agar tidak kena
penyakit, ingatlah ajaran-Nya.

Adapun
tanah yang dimaksud yakni: “yan karang tegeh
ring pascima ayu nemu laba sang ngumahin
.” Artinya, apabila tanah yang
ditempati tinggi di sebelah barat, yang menempati akan menemukan keberuntungan
dan ayu.

Karang tegeh ring purwa tan pegat
kageringan sang ngumahin
.” Artinya apabila tanah itu tinggi di timur,
orang yang menempati tidak henti-hentinya terkena penyakit.

Yan karang seng uttara, ayu
sawetuning pianaknia, cucunia, tan kurang bhoga sang ngumahin
.” Artinya,
jika tanah itu miring ke utara, apabila telah melahirkan anak dan cucu
tidak akan kekurangan makanan orang yang menempatinya.

 “Yan karang seng daksina tan pegat
kageringan, galakin Desti
.” Memiliki arti, kalau karang itu
miring ke selatan, tidak akan henti-hentinya terkena penyakit, galakin Desti.
Hal ini dikarenakan arah selatan dikaitkan dengan posisi negatif secara niskala
dan akan cenderung menarik hal-hal yang sifatnya penestian.

Yan karang asah ala ayu, tan
kurang pangan inum sang ngumahin
.” Artinya dalam membuat rumah agar ‘aman’
cari tanah yang datar.

Yan tanah bang alus, maambu lalah, ayu
sihing kadang warga, tekeng pianaknia nemu ayu sang maumah
.” Berarti, kalau
tanah berwarna merah, alus, dan berbau tajam, hingga anaknya akan disegani atau
dikasihi oleh sanak saudara.

Yan tanah selem magoba ucem, maambu panes,
ala dahat, awya ngumahin
.” Berarti, jika ada tanah berwarna hitam legam,
berbau panas, sangat berbahaya, jangan ditempati.

Yan tanah maambu bengu, alid, away ngumahin.”
Artinya jika tanah tersebut berbau tidak sedap, bengu, sangat berbahaya untuk
ditempati. (TB)

 

   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!