Sidak Jelang Galungan, BPOM Denpasar Temukan Produk Berbahan Berbahaya di Pasar Kereneng Denpasar

Author:
Share

Menyongsong perayaan Galungan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Denpasar memperketat pengawasan pangan olahan di sejumlah pasar tradisional. Sidak dilakukan di Pasar Kereneng, Denpasar, Senin (17/11), untuk memastikan seluruh produk yang beredar aman dikonsumsi masyarakat.

Peningkatan pengawasan ini merupakan agenda rutin BPOM menjelang hari besar keagamaan, mengingat tingginya aktivitas jual beli bahan pangan. Fokus pemeriksaan meliputi pangan tanpa izin edar, produk kedaluwarsa, kemasan rusak, hingga makanan siap saji dan bahan upakara.

BACA JUGA  Tinjau TPA Suwung, Koster Serap Langsung Persoalan Krusial Lingkungan dan Janji Laporkan ke Menteri LHK

Dari hasil inspeksi di 18 sarana peredaran pangan di Bali, ditemukan 5 sarana atau sekitar 27,78% yang masuk kategori tidak memenuhi ketentuan (TMK). Para pedagang yang terindikasi melanggar diberikan pembinaan langsung agar memperbaiki mutu dan keamanan produk yang dijual.

Lebih mengkhawatirkan, BPOM juga menemukan dua sampel pangan yang positif mengandung bahan kimia berbahaya. Pada inspeksi pasar tradisional, termasuk di Pasar Kereneng, petugas mendeteksi Rhodamin B pada produk terasi serta formalin pada teri medan. Kedua bahan tersebut dilarang keras digunakan dalam pangan karena berisiko membahayakan kesehatan.

BACA JUGA  Pemkot Denpasar Jalin Koneksi Antar Komunitas Kreatif, Dorong Sinergi dan Pengembangan Potensi Lokal

Produk yang teridentifikasi langsung diamankan untuk dilakukan pemusnahan. BPOM juga meminta pedagang menghentikan pembelian dari pemasok yang terbukti menyalurkan produk berbahaya tersebut.

Kepala BPOM Denpasar menegaskan bahwa kegiatan ini bukan tindakan represif, tetapi langkah edukasi agar keamanan pangan tetap terjaga, terlebih menjelang hari raya besar seperti Galungan.

“Pengawasan ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh pangan yang aman. Pembinaan kepada pelaku usaha menjadi bagian penting agar kesalahan tidak terulang,” ujarnya.

BACA JUGA  Cegah Demam Berdarah di Bali, Ratusan Pemburu Jentik Diterjunkan ke Masyarakat

BPOM mengimbau masyarakat lebih cermat memilih produk, terutama yang berwarna mencolok, beraroma tidak wajar, atau memiliki tekstur yang mencurigakan. Upaya ini diharapkan mampu mendorong terciptanya pasar tradisional yang bersih, aman, dan terpercaya menyambut hari raya. (TB)

   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!