Kecintaan terhadap musik pop Bali mengantarkan I Wayan Astra, yang dikenal dengan nama panggung Astra Semara, untuk menapaki perjalanan sebagai penyanyi.
Pria kelahiran Banjar Surelaga, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada 2 Januari 1988 ini, mulai mengenal dunia tarik suara sejak usia remaja.
Di tengah kesibukannya bekerja sebagai tukang style Bali (pasang batu), Astra tetap memelihara kecintaannya terhadap musik.
Bagi Astra, bernyanyi bukan sekadar hobi, melainkan juga ruang untuk mengekspresikan perasaan dan menceritakan perjalanan hidupnya.
Sebelum memberanikan diri merilis lagu sendiri, ia kerap mengisi waktu dengan berkaraoke, terutama menyanyikan lagu-lagu pop Bali.
Ia juga ikut meramaikan berbagai kegiatan, seperti perayaan hari ulang tahun sekaa teruna teruni (STT) dan acara lainnya.
Dari kebiasaan tersebut, keinginan untuk memiliki karya sendiri akhirnya mulai terwujud.
Pada Februari 2026, Astra Semara meluncurkan singel perdananya yang berjudul “Malaikat Hidup”. Lagu ciptaan I Wayan Kobar itu memiliki makna tersendiri bagi perjalanan hidup Astra.
Lagu tersebut menggambarkan kisah kehidupannya yang harus menjalani hari-hari tanpa orang tua.
Ia terbiasa berjuang sendiri, berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari pekerjaan demi memenuhi kebutuhan hidup.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Astra, sekaligus memberikan kedalaman emosional terhadap lagu perdananya.
Melalui “Malaikat Hidup”, ia berusaha menyampaikan kisah perjuangan yang dekat dengan kehidupan banyak orang, terutama mereka yang harus bekerja keras untuk bertahan dan melanjutkan hidup.
Setelah singel perdana, Astra Semara kembali melanjutkan langkahnya di industri musik pop Bali melalui lagu kedua berjudul “Ulian Tiwas”.
Kini, ia juga tengah mempersiapkan singel ketiganya yang berjudul “Sabarin Luh”. Lagu tersebut belum dirilis dan menjadi karya terbaru yang sedang dinantikan dari penyanyi asal Tabanan ini.
Perjalanan Astra Semara menunjukkan bahwa kesibukan bekerja tidak selalu menjadi penghalang untuk mengejar cita-cita.
Di tengah profesinya sebagai tukang style Bali, ia tetap berusaha mengembangkan bakat dan menghasilkan karya yang bisa dinikmati masyarakat.
Astra berharap lagu-lagu yang dibawakannya dapat menghibur para pencinta musik pop Bali sekaligus memberikan inspirasi bagi mereka yang memiliki impian, tetapi masih harus berjuang menghadapi berbagai keterbatasan.
Baginya, kesempatan untuk berkarya menjadi langkah berharga dalam perjalanan hidupnya.
Dengan semangat tersebut, Astra Semara ingin terus menghadirkan lagu-lagu yang memiliki cerita dan kedekatan emosional dengan pendengarnya.
Ia berharap karya-karyanya bisa mendapat tempat di hati pencinta musik pop Bali dan menjadi penyemangat bagi siapa pun yang sedang berjuang meraih harapan.
Melalui perjalanan dari seorang pekerja bangunan hingga merilis singel sendiri, Astra Semara membuktikan bahwa mimpi tetap bisa diperjuangkan, selama ada kemauan untuk terus melangkah.
