Dua Orang Ini Curi HP di Denpasar, Kerugian Capai Rp 30 Juta

Author:
Share

Tim Opsnal dari Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan berhasil mengungkap aksi pencurian dengan modus pemberatan yang terjadi di toko handphone Queen Cell, beralamat di Jalan Sidakarya No. 83, Denpasar Selatan.

Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis, 30 Januari 2025, dan menyebabkan kerugian sekitar Rp 30 juta.

Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Agus Adi Apriyoga, S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa dua orang telah diamankan terkait kejadian tersebut.

BACA JUGA  CCTV Pengeroyokan Oknum Diduga Warga Sumba Terhadap Warga Sidakarya hingga Patah Tulang di Sanur Dikantongi Polisi

Mereka adalah Stefanus Santo Ngongo (20) dan Andreas Malo Nono (47).

Keduanya diketahui terlibat dalam pencurian serta penjualan barang hasil curian.

“Setelah menerima laporan korban, tim segera melakukan penyelidikan. Berdasarkan olah TKP serta informasi dari warga, pelaku berhasil diidentifikasi dan ditangkap, termasuk satu orang yang menerima barang hasil curian,” jelas AKP Agus Adi Apriyoga saat konferensi pers pada Rabu 23 April 2025.

BACA JUGA  Siapkan Anggaran Rp 23,2 Miliar, Pemkot Denpasar Lakukan Perbaikan Jalan Teuku Umar Barat Tahun 2025

Modus yang digunakan pelaku yakni merusak kunci gembok rolling door toko dengan besi, lalu membawa kabur 14 unit ponsel dari berbagai merek, dua kamera CCTV, dan uang tunai senilai Rp 3.250.000.

Pelaku utama diketahui menjual sebagian besar barang curian melalui Marketplace Facebook.

Menurut pengakuan pelaku, tindakan tersebut dilakukannya seorang diri dengan tujuan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

BACA JUGA  Banjar Jurang Asri Peguyangan Denpasar Gelar Metatah Massal  

Dua unit handphone telah berhasil diamankan sebagai barang bukti, dan pihak kepolisian terus melakukan pengembangan kasus untuk melacak barang-barang lain yang telah terjual.

Saat ini, kedua pelaku tengah ditahan di Polsek Denpasar Selatan guna menjalani proses hukum. (TB)

   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!